Bawang Putih Sebagai Penyembuhan Alternatif Penyakit Ayam

Posted by Budidaya Ternak Sunday, October 12, 2014 0 komentar
Sering kali peternak dibuat pasrah dan tidak tahu apa yang mesti di lakukan, setelah berbagai usaha pengendalian penyakit dilakukan, mulai dari obat tradisional hingga obat pabrikan. hasil coba-cobalah yang menjawab permasalahan tersebut. Melalui media ini saya mencoba berbagi pengalaman bahwa ternyata bahan yang tidak lepas dari lingkungan kita ternyata denan izin Allah dapat menyembuhkan penyakit.

Bawang putih adalah jenis bahan yang sering kita dengar bahkan kita konsumsi setiap hari sebagai penyedap masakan, ternyata khasiatnya dapat menyembuhkan penyakit ngorok dan penyakit folk basah (penyakit yang sering menyerang anak ayam umur kurang dari tiga bulan, Kendati penyakit ini tingkat kematiannya relatif rendah akan tetapi sangat mempengaruhi kondisi ayam dari segi pertumbuhan.
Penyakit Folk.
Penyakit folk yang sering menyerang anak ayam ini terbagi menjadi dua Folk basah dan Folk kering. Penyakit folk biasanya terjangkit pada musim-musim kemarau dengan kelembaban yang tinggi dan keadaan ternak yang padat. Folk basah ini menyerang rongga-rongga disekitar kepala, seperti rongga hidung, mulut dan mata. Akibatnya ayam akan meras sulit bernafas, menelan dan melihat. Karena menyerang bagian dalam akan sangat sulit mengobatinya. Biasanya, ayam yang terserang pada ronga-rongga tersebut terdapat sejenis keju berwarna krem yang menyumbat jalannya pernapasan dan mengakibatkan pembengkakan pada bagian yang terkena. Untuk mengatasi penyakit Folk basah ini gunakan bawang putih yang telah diparut kemudian di teteskan pada bagian yang sakit. Jika yang terkena mata, maka diteteskan pada mata, jika dihidung dan tenggorokan diteteskan pada mulut. Lakukan beberapa kali sehari. Sedangkan Folk kering adalah penyakit ayam yang berupa kutil yang tumbuh disekitar kepala dan dapat mengakibatkan kebutaan pada mata. Gunakan (oleskan) yodium tinctur dengan terlebih dahulu dikupas bagian yang terkena (kutil).

Penyakit Ngorok.
Penyakit ini banyak menyerang ayam berbagai umur dan dapat mengurangi produksi. Untuk mengatasi penyakit ini berikan secara rutin parutan bawang putih yang dicampur pada air minum dengan ukuran satu siung per liter. Bawang putih tidak saja dapat menyembuhkan penyakit ngorok dengan izin Allah tetapi juga dapat membunuh cacing dan meningkatkan nafsu makan ayam.

Cara Mudah & Praktis Membuat Fermentasi Jerami Pakan Kambing

Posted by Budidaya Ternak Wednesday, November 20, 2013 1 komentar
Jerami padi merupakan limbah tanaman pertanian yang sangat potensial sebagai pakan hijauan. Bagi yang tidak tahu seringkali jerami padi yang dianggap limbah tersebut dibakar disawah karena menggunung dan menyita ruang lahan pertanian, tindakan tersebut notabene dapat merusak struktur tanah.

Padahal jerami padi dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ternak yaitu sebagai hijauan tunggal. Jerami padi mengandung sedikit protein, lemak dan pati serta serat kasar yang relatif tinggi karena lignin dan silikanya tinggi. Untuk penyiapan jerami padi sebagai pakan ternak, perlu diberi perlakuan secara biologis dengan menggunakan probiotik.

Probiotik merupakan produk bioteknologi yang mengandung polimikroorganisme, lignolitik, proteolitik, amilolitik, sellulolitik, lipolitik dan nitrogen non simbiotik yang dapal memfermentasi jerami sehingga dapat meningkatkan kualitas dan nilai kecernaannya.

Bahan & Alat
- Siapkan Jerami,
- galaran untuk alas,
- siapkan air,
- siapkan SOC (Suplemen Organik Cair),
- Siapkan Bekatul
- tempat untuk proses fermentasi (drum, terpal atau tempat lain yang dapat ditutup rapat).

Cara Membuat Fermentasi Pakan Dengan Segala Macam Jerami
- Tumpuk atau susun jerami kering sampai kira-kira ketebalan 20-30cm,
- kemudian siram dengan air yang sudah dicampur soc (takaran 5 tutup / 15 liter air) sampai kira-kira kadar air 60%,
- taburi bekatul diatas tumpukan jerami secara halus dan merata,
- tumpuk lagi jerami dilapisan atasnya dan perlakukan sama dengan perlakuan sebelumnya. Demikian seterusnya sampai pada ketinggian tumpukan jerami sesuai yang dikehendaki.
- Langkah selanjutnya tutup rapat tumpukan jerami tersebut 3-7 hari.
- Setelah itu tumpukan jerami yang ditutup DIBUKA dan diangin-anginkan sebentar agar DINGIN sebelum diberikan untuk pakan ternak.
- Simpan di tempat yang teduh (terhindar dari sinar matahari dan air hujan) untuk persediaan pakan ternak sampai dengan berbulan-bulan

Kelebihan proses fermentasi jerami padi dengan SOC,
- hanya memerlukan waktu sehari (3x24jam) sehingga ternak dan peternak tidak REPOT menunggu terlalu LAMA untuk pemberian pakan ternaknya
- Untuk 5 tutup botol SOC (dengan pencampuran air 15-45 liter air) dapat digunakan mem-fermentasi jerami kurang lebih 1,5 kwintal (praktis-cepat -murah) salam sukses untuk peternak indonesia :)

Cara Modern & Tradisional Menghilangkan Kutu / Gurem

Posted by Budidaya Ternak 0 komentar
Membasmi kutu/gurem sejauh ini dilakukan dengan cara manual (tradisional) melalui penyemprotan atau pencelupan ayam menggunakan campuran larutan yang terdiri dari air + deterjen + (sevin/antipar) + belerang halus.

Cara Pembasmian tersebut dirasakan cukup merepotkan dan membutuhkan banyak waktu dan tenaga. Selain itu sulitnya mendapatkan bubuk belerang membuat kita menjadi malas untuk melakukan pengobatan. Akibatnya tidak jarang para peternak tidak melakukan “semprot kutu” sehingga akhirnya ayam petelur “berkutu”.

Cara Pengobatan Terbaru (Modern)

Kini, dengan penemuan obat anti kutu yang dapat dilakukan melalui air minum, maka pengobatan kutu/gurem sangat mudah dilakukan.

Kita tinggal menyediakan bahan, menghitung kebutuhan bahan dan kebutuhan air maka tindakan pengobatan sangat mudah dilakukan. Pengobatan ini dilakukan dengan obat yang kandungan zat aktifnya adalah “ivermectin”.

Ivermectin ini dikenal luas telah digunakan pada hewan ruminansia/non ruminansia besar untuk membasmi kutu melalui injeksi. Kini, ivermectin dapat diaplikasikan juga untuk ayam petelur melalui air minum.

Petunjuk Teknis Pengobatan

Petunjuk teknis aplikasi pengobatan tiap 2500 ekor ayam petelur berat badan 2kg/ekor dengan konsumsi pakan 120gr/ekor, asumsi konsumsi air 2,5 x dari konsumsi pakan :

# 1. Hitung jumlah populasi ayam yang akan diobati, contoh 2500 ekor

# 2. Hitung berat badan ayam yang akan diobati dengan cara populasi dikali berat rata-rata per ekor. Contoh : 2500ekor x 2kg/ekor = 5000 kg ayam.

# 3. Hasil perhitungan no.2 dibagi dengan 25kg berat badan tiap 1 mL sehingga akan didapatkan total obat yang dibutuhkan.(Diketahui bahwa dosis ivermectin adalah 0,4mg/kg berat badan sedangkan obat kutu mengandung Ivermectin 10mg/mL obat). Contoh : 5000 kg ayam / 25 kg/mL = 200 mL obat kutu. (2 botol kecil obat kutu ber isi 100mL/botol).

# 4. Hitung jumlah air yang dibutuhkan. Contoh : 2500 ekor x 120gr/ekor x 2,5 x 3 jam / 12 jam = 187,5 Liter air atau digenapkan menjadi 200 Liter air.

Kesimpulan
Kini dengan cara yang praktis dan mudah, kita dapat melakukan pembasmian kutu/Mreki/Gurem sekaligus cacing gelang di ayam petelur/pedaging dengan biaya yang cukup murah.

Mengenal Ras Ras Kambing Di Indonesia

Posted by Budidaya Ternak Friday, October 25, 2013 0 komentar
Beberapa jenis kambing di Indonesia tersebar di daerah kering dan berbukit atau daerah pegunungan, kambing adalah jenis hewan yang takut air, cara beternak kambing dapat digolongkan menjadi 2 type yaitu :

- Kambing potong (penghasilan daging)
- Kambing dwi fungsi (penghasil daging dan susu)

Berdasarkan tujuan pemeliharaan, cara beternak kambing dapat digolongkan menjadi dua yaitu :

- Kambing untuk pembibitan
- Kambing untuk penggemukan.

Beberapa jenis kambing yang telah dikenal oleh masyarakat umum adalah

- Kambing Kacang
- Kambing Peranakan Etawah (PE)

Kedua jenis kambing ini sudah beradaptasi dengan baik dengan kondisi tropis basah di Indonesia, namun cara beternak kambing masing-masing jenis memiliki keistimewaan. Kambing kacang mempunyai keistimewaan dibandingkan kambing PE yaitu ber anak kembar dan jarak beranak yang lebih pendek.

Hal lain yang perlu kita ketahui dalam menjalankan cara beternak kambing yang baik adalah, kita memastikan untuk mengetahui “ras kambing” yang akan kita ternakkan, hal ini bertujuan agar kita sudah mengetahui sejak awal perilaku, keuntungan dan kerugian beternak “ras kambing” tertentu sehingga kita bisa mengoptimalkan hasil dan meminimalkan resiko. adapun ras kambing asli Indonesia adalah :

Kambing Marica
Kambing Marica tersebar di propinsi sulawesi selatan, kambing marica ini hampir mirip dengan kambing kacang, namun ada perbedaan yaitu penampilan tubuh lebih kecil dibandingan kambing kacang, telinga berdiri menghadap samping arah kedepan, tanduk relatif kecil dan pendek

Kambing Samosir
Kambing ini dipelihara secara turun temurun oleh penduduk yang tinggal di pulau samosir, ditengah danau toba, kabupaten samosir, propinsi sumatera utara.

Kambing Muara
Kambing muara dijumpai di daerah kecamatan muara, kabupaten Tapanuli utara di propinsi sumatera utara. Penampilan gagah, tubuh kompak dan sebaran warna bulu bervariasi antara warna bulu coklat kemerahan, putih dan hitam. Bobot kambing muara lebih besar dibandingkan kambing kacang.

Kambing Kosta
Lokais penyebaran kambing kosta di sekitar jakarta dan propinsi banten, kambing ini mempunyai bentuk tubuh sedang, hidung rata dan kadang kadang ada yang melengkung, tanduk pendek dan berbulu pendek

Kambing Gembrong
Kambing gembrong tersebar di daerah kawasan timur pulau bali terutama di kabupaten karangasem, ciri khas dari kambing ini adalah berbulu panjang, panjang bulu sekitar 15-25 cm, bahkan rambut pada bagian kepala sampai menutupi muka dan telinga. Rambut panjang terdapat pada kambing jantan, sedangkan kambing gembrong betina berbulu pendek berkisar 2-3 cm, kambing gembrong ini lebih kecil dari kambing PE namun lebih besar dari kambing kacang.

Kambing Benggala
Kambing benggala diduga merupakan hasil persilangan kambing black benggala dengan kambing kacang. Kambing ini tersebar di daerah sekitar pulau timor dan pulau flores di propinsi nusa tenggara timur.

Kambing Kacang
Kambing kacang merupakan kambing asli Indonesia. Kambing ini tersebar hampir di seluruh Indonesia. Ciri-ciri kambing kacang: badan kecil, telinga pendek tegak, leher pendek, punggung meninggi, jantan dan betina bertanduk, tinggi badan jantan dewasa rata-rata 60–65 cm, tinggi badan betina dewasa rata-rata 56 cm, bobot dewasa untuk betina rata-rata 20 kg dan jantan 25 kg.

Kambing Peranakan Etawah (PE)
Kambing Peranakan Etawah (PE) merupakan kambing hasil persilangan antara kambing Etawah (asal India) dengan kambing Kacang. Kambing ini tersebar hampir di seluruh Indonesia. Penampilannya mirip kambing Etawah, tetapi lebih kecil. Kambing PE merupakan kambing tipe dwiguna, yaitu sebagai penghasil daging dan susu (perah). Peranakan yang penampilannya mirip kambing Kacang disebut Bligon atau Jawa randu yang merupakan tipe pedaging. (Pamungkas et al., 2009). Ciri-ciri Kambing PE: telinga panjang dan terkulai, panjang telinga 18–30 cm, warna bulu bervariasi dari coklat muda sampai hitam. Bulu kambing PE jantan bagian atas leher dan pundak lebih tebal dan agak panjang. Bulu kambing PE betina pada bagian paha panjang. Berat badan kambing PE jantan dewasa 40 kg dan betina 35 kg, tinggi pundak 76-100 cm.

10 Langkah Beternak Kambing Yang Efektif Untuk Pemula

Posted by Budidaya Ternak 0 komentar
1. Memilih bibit yang baik
- Pejantan
Kondisi tubuh sehat, tubuh besar (sesuai umur), bulu bersih dan mengkilap, badan panjang, kaki lurus, tidak cacat, tumit tinggi, penampilan gagah, aktif dan nafsu kawin tinggi, mudah ereksi, buah zakar normal (2 buah, sama besar dan kenyal).

- Betina
Kondisi tubuh sehat, tidak terlalu gemuk dan tidak cacat, bulu bersih dan mengkilap, alat kelamin normal, mempunyai sifat keibuan (mengasuh anak dengan baik), ambing (buah susu) normal (halus kenyal tidak terinfeksi atau terjadi pembengkakan

2. Mengatur perkawinan kambing
Kambing telah dewasa kelamin dapat dikawinkan. Kambing dewasa kelamin umumnya pada umur 6-8 bulan (sudah mulai birahi). Umur dapat diketahui dengan catatan kelahiran atau dapat dilihat dari giginya. Umur pertama kali dikawinkan 10–12 bulan untuk kambing betina, sedangkan umur lebih dari 1 tahun untuk kambing jantan.

Tanda-tanda birahi pada kambing betina ;

- Gelisah
- Alat kelamin bagian luar bengkak, basah, merah dan hangat.
- Ekor digerak-gerakan.
- Diam bila dinaiki oleh pejantan.
- Nafsu makan berkurang.
Lama berahi sekitar 30 jam, sedangkan siklus birahi sekitar 17 hari.

3. Mengetahui waktu yang baik untuk mengawinkan
Waktu mengawinkan yang tepat adalah 12-18 jam setelah terlihat tanda-tanda birahi, untuk memudahkan proses kawin dan mengurangi resiko kegagalan, maka kambing betina dan pejantan dikandangkan dalam satu kandang, hindarkan terjadinya perkawainan anatara saudara, anak dengan bapak dan induk dengan anak.

4. Menangani kelahiran dengan benar
Kambing yang akan melahirkan nampak gelisah, menggaruk-garuk tanah/lantai kandang, mengembik, pinggul mengendur, kambing sangat besar dan bila dipecet keluar cairan (kolostrum), alat kelamin membengkak dan nafsu makan turun.

5. Perawatan anak kambing
Kambing yang habis melahirkan kadang-kadang kurang perhatian terhadap anak yang baru saja dilahirkan, apabila induk tidak mau menyusui, dekatkan induk pada anaknya sehingga anak kambing dapat menyusu, jika induk tetap tidak mau menyusui, anak kambing dapat diberi susu buatan. Susu buatan ini dapat dibuat dari susu bubuk putih, gula 1 sendok teh, 1 butir telur ayam dan 1 cangkir air matang, susu buatan ini diberikan dua kali sehari sampai induk mau menyusui sendiri.

6. Mengerti periode Menyusui bagi kambing
Kambing akan menyusui selama 2,5 – 3 bulan, pada sistem peternakan tradisional dapat sampai 5-6 bulan

7. Pendugaan umur kambing
Umur kambing dapat diperkirakan dari gigi yang tumbuh :
- Semua gigi belum permanen (umur kurang dari 1 tahun)
- Satu pasang gigi permanen (umur 1-2 tahun)
- Dua pasang gigi permanen (umur 2-3 tahun)
- Tiga pasang gigi permanen (umur 3-4 tahun)
- Seluruh gigi permanen (umur 4-5 tahun)

8. Memberikan pakan yang baik
Pakan kambing secara umum dapat dibagi menjadi dua, yaitu pakan hijauan dan konsentrat. Pakan hijauan dapat berupa rumput alam, rumput yang dibudidayakan dan daun kacang-kacangan, sedangkan pakan konsentrat dapat berupa dedak padi.

Rumput merupakan sumber tenaga atau energi bagi ternak kambing. Jenis rumput yang umum diberikan ternak adalah rumput alam (rumput lapangan). Jenis rumput yang dibudidayakan (ditanam) antara lain: rumput setaria, brachiaria dan clitoria ternatea. Selain rumput, sisa hasil pertanian juga dapat digunakan sebagai sumber tenaga atau energi antara lain: dedak padi, kulit dan daun singkong, daun pepaya, batang kangkung, daun jagung dan jerami padi. Pakan sebagai sumber protein yang baik untuk pertumbuhan kambing antara lain: daun kacang tanah, daun kacang panjang, daun kedelai, daun gamal, daun turi, daun lamtoro dan daun kaliandra.

Pakan hijauan: 10% dari berat badan Pakan konsentrat: 0,5 kg Jika hanya diberi pakan hijauan, maka pakan hijauan tersebut diberikan dengan jumlah 10% dari berat badan dengan susunan pakan sebagai berikut:

a. Kambing Dewasa: 1 bagian daun + 3 bagian rumput
b. Kambing yang akan dikawinkan: 2 bagian daun berprotein + 3 bagian rumput
c. Kambing bunting: 3 bagian daun + 3 bagian rumput

Mineral dibutuhkan untuk meningkatkan pertumbuhan dan menjaga kondisi tumbuh supaya tetap sehat. Garam dapur merupakan salah satu sumber mineral. Selain itu mineral yang lain dapat dibeli di toko pertanian.

Cara Pemberian Pakan

a. Siapkan ruas bambu dengan panjang 40-50 cm, kemudian kupas kulit luarnya.
b. Lubangi kecil-kecil pada bagian bawahnya.
c. Masukan garam dapur atau mineral jadi ke dalam ruas bambu sampai penuh.
d. Masukkan air kurang lebih setengah gelas ke dalam ruas bambu yang sudah diisi garam atau mineral.
e. Gantungkan bambu tersebut di dinding kandang.

Air minum dapat diberikan dengan wadah ember atau tempat yang bersih dan diberikan sepanjang hari.

9. Mempersiapkan dan merawat kandang yang sehat
Kandang diusahakan menghadap ke timur agar memenuhi persyaratan kesehatan ternak. Bahan yang digunakan harus kuat, murah dan tersedia di lokasi. Kandang dibuat panggung dan beratap dengan tempat pakan dan minum. Dinding kandang harus mempunyai ventilasi (lubang angin) agar sirkulasi udara lebih baik.

Kambing sebaiknya dipelihara dalam kandang untuk:

a. Memudahkan dalam pengawasan terhadap kambing yang sakit atau yang sedang dalam masa kebuntingan.
b. Memudahkan dalam pemberian pakan.
c. Menjaga keamanan ternak.

Ukuran Kandang yang baik untuk kambing

- Anak: 1 X 1,2 m /2 ekor (lepas sapih)
- Jantan dewasa: 1,2 X 1,2 m/ ekor
- Dara/ Betina dewasa:1 X 1,2 m /ekor
- Induk dan anak: 1,5 X 1,5 m/induk + 2 anak

10. Dapat mengenali penyakit dan tahu cara mengatasinya

a) Penyakit Cacingan
- Penyebab
Penyakit cacingan pada kambing dapat disebabkan oleh cacing gilig, pipih dan cacing pita.
- Gejala
Kambing semakin kurus, bulu berdiri dan kusam, nafsu makan berkurang, kambing terlihat pucat, kotoran lembek sampai mencret.
- Penanganan
1. Obat tradisional
a. Daun nanas yang dikeringkan dan dihaluskan, kemudian ditimbang 300 mg untuk 1 kg berat badan kambing, dicampur air, selanjutnya diminumkan dan diulang 10 hari sekali (jangan diberikan pada ternak bunting).
b. Daun nanas segar dihilangkan durinya, ditimbang 600 mg untuk 1 kg berat badan kambing, kemudian diberikan pada kambing dan diulang 10 hari sekali (jangan diberikan pada ternak bunting).

2. Obat pabrikan
Biasanya menggunakan albendazole, valbanzen atau ivermectin yang diulang setiap 3 bulan sekali.

- Pencegahan
a. Jagalah kandang tetap bersih dan kering.
b. Buanglah kotoran, sampah dan sisa pakan jauh dari lokasi kandang atau dibuat kompos.
c. Jangan menggembalakan kambing pada pagi hari dan pada satu area (usahakan berpindah-pindah).
d. Jangan berikan rumput yang masih berembun.
e. Sabitlah rumput 2-3 cm di atas permukaan tanah.

b) Penyakit Kudis (Scabies/Kurap)
- Penyebab
Parasit kulit (Sarcoptes sp)
- Gejala
a. Kulit merah dan menebal.
b. Gatal dan gelisah, sering menggaruk-garukkan kulit yang terinfeksi pada dinding kandang.
c. Bulu rontok.
d. Bagian tubuh yang sering diserang muka, telinga, pangkal ekor dan leher.

- Penanganan
1. Obat tradisional
a. Oli 1 cangkir + cuka 1 sendok makan + belerang yang sudah dihaluskan 1 sendok makan atau 4 siung bawang merah yang sudah dihaluskan, kemudian semua bahan dicampur dan oleskan 2x sehari pada kulit kambing sampai sembuh.
b. Belerang dihaluskan 3 sendok makan + 1 sendok makan minyak goreng oleskan 2x sehari sampai sembuh.

2. Obat pabrikan
Suntik dengan Ivermectin secara sub cutan (dibawah kulit).

- Pencegahan
a. Jauhkan kambing sakit dengan kambing sehat.
b. Bersihkan kandang setiap hari, lebih baik lagi menggunakan sabun atau zat pembersih kandang.
c. Jagalah kebersihan kambing dengan memandikan kambing dengan larutan asumtol 2%.
d. Mencuci tangan sebelum dan sesudah bersentuhan dengan kambing.

c) Diare
- Penyebab
Pakan berjamur atau terlalu muda, bakteri, virus dan protozoa.
- Gejala
a. Kotoran encer dan warnanya hijau terang/hijau gelap sampai hijau kekuningan.
b. Kambing lemas, bila dibiarkan dapat menyebabkan kematian.
c. Bulu-bulu sekitar dubur kotor akibat kotoran.

- Penanganan
a. Pisahkan kambing sakit dari kambing sehat.
b. Berikan larutan oralit, larutkan 2 sendok makan garam + 2 sendok makan gula dalam 2,5 liter air dingin yang sudah dimasak.
c. Bila keadaannya tidak membaik segera hubungi petugas kesehatan hewan (dokter hewan).

- Pencegahan
a. Hindari pemberian pakan yang menyebabkan diare.
b. Jagalah kandang tetap bersih.

d) Keracunan
- Penyebab
Tanaman beracun atau tanaman yang tercemar pestisida.
- Gejala
Mulut berbusa, kejang-kejang, muka kemerahan dan bengkak, diare berdarah, dan kematian mendadak.

- Penanganan
a. Berikan air kelapa.
b. Berikan norit 2-3 tablet.
c. Hubungi petugas kesehatan hewan (dokter hewan).

- Pencegahan
a. Jangan menggembalakan kambing di tempat yang banyak tanaman beracun.
b. Jauhkan kambing dari sawah atau ladang yang sedang dipupukan atau disemprot pestisida.

e) Kembung Perut
- Penyebab
Gas yang ditimbulkan oleh makanan (rumput muda).
- Gejala
Perut sebelah kiri membesar, napas pendek dan cepat, tidak mau makan.
- Penanganan
Berikan larutan gula merah dan asam jawa, keluarkan gas dengan cara mengurut-urut perut kambing.
- Pencegahan
Jangan diberi rumput muda.

Cara Mengobati Penyakit Kutil Pada Anak Ayam

Posted by Budidaya Ternak Friday, October 4, 2013 0 komentar
Mengingat banyaknya peternak yang bertanya tentang masalah penyakit kutil pada anak ayam yang biasanya menyerang hidung atau sekitar paruh DOC ayam kampung, berikut kami kupas sedikit tentang masalah kutil hidung pada DOC ayam kampung

Pada pre starter DOC sering sekali kita menemukan masalah-masalah kecil. Namun masalah kecil tersebut pada usia muda akan berakibat buruk pada pertumbuhannya. DOC anda pernah mengalami masalah kutil ini juga? Mari kita telusuri penyebabnya.

► Tanda-tanda Penyakit Kutil

Pada awalnya paruh ayam sekitar hidung atau pangkal paruh akan terlihat berdarah atau kemerah-merahan. Jika dibiarkan atau berlanjut akan mengeluarkan darah. Darah ini kemudian membeku dan membentuk gumpalan kasar di area paruh bagian tengah pada pangkalnya. Terlihat seperti kutil atau bisul pada daerah kepala ayam

► Penyebab.

a. Penyakit
Jika dari tanda-tanda tersebut merupakan penyebab dari penyakit, maka sebabnya adalah parasit pada ayam. Parasit ini sering terjadi 1 atau 2 tahun sekali dalam semusim. Anak ayam yang tidak diumbar atau jauh dari induknya rata-rata 70% ke atas anak ayam mengalami hal serupa. Biasanya adalah pengaruh cuaca dan virus parasit. Penyakit ini tidak berbahaya dan akan hilang dalam usia 2 bulan. Penyakit ini jarang sekali menyerang ayam dewasa atau induk. Bisa dikatakan ayam usia lebih dari 3 bulan jarang sekali terkena.

b. Kandang
Jika masalah ini terjadi pada sebagian kecil anak ayam, misal dari 100 koloni hanya menyerang 10 ekor maka penyebabnya adalah masalah kandang. Apakah kandang DOC anda memakai strimin di setiap sisinya? Jika iya, itulah masalahnya. Pengalaman kami adalah ayam mengejar nyamuk atau benda/makhluk terbang dan ingin mematuknya, sehingga paruh ayam akan 'nyangkut' di setiap lubang strimin. Setelah pendarahan biasanya terjadi gumpalan seperti kutil pada paruhnya.

Bisa juga karena kandang terlau banyak kawat berkarat, kayu yang kurang halus, paku, bambu yang belum diraut dll dapat menyebabkan masalah ini.

Bisa juga diakibatkan karena gangguan serangga (gurem/mreki, nyamuk, lalat dll) sehingga anak ayam menggaruk dengan kaki di daerah kepalanya.

► Mengobati

Untuk pengobatan karena masalah ini saya rasa tidak begitu besar maka hanya saya biarkan begitu saja. Namun jika ingin diobati adalah memakai obat alami pun dapat dilakukan seperti menggunakan batang daun iodium, atau menggunakan obat merah.

► Pencegahan/Tips

Setelah kami mengalami kejadian seperti masalah kutil di atas kami tidak lagi menggunakan strimin sebagai kandang DOC. Sebagai gantinya kami menggunakan benda atau sekat tertutup seperti kardus, triplex, plastik dll yang tidak ada lubang di area dinding kandang DOC.

Selain itu pastikan anak ayam jauh dari serangga yang mengganggu

Seperti itulah pengalaman kami menangani masalah kutil pada DOC ayam kampung. Jika ada pertanyaan masalah ini mohon komentar di komentar blog untuk respon langsung. Akhir kata sukses peternak ayam kampung Indonesia!

Cara Menghilangkan Mreki / Gurem Pada Kandang Ayam

Posted by Budidaya Ternak Wednesday, September 25, 2013 0 komentar
Kutu kecil-kecil pada ayam atau Mreki (jawa) atau gurem merupakan hama bagi para peternak ayam. Hama ayam ini pada umumnya adalah binatang yang sering menganggu atau menempel pada bagian tubuh ayam sambil menghisap sari-sari makanan dari tubuh ayam tersebut. Dampak dari hama memang tidak langsung menimbulkan kematian tetapi sangat merugikan, sebab dapat menganggu ketenangan ayam sehingga pertumbuhan dan produktivitasnya berkurang.

Gurem merupakan parasit yang sering menyerang ayam pada waktu mengeram, sehingga menimbulkan gejala gatal-gatal yang luar biasa disekujur tubuh.

► Gejalanya:

Pada awalnya, ayam merasa gatal-gatal terutama pada bulu ekornya.
Ketika kondisinya semakin parah, rasa gatal itu melanda seluruh permukaaan tubuh.

► Umur ayam yang diserang:

Gurem pada umumnya menyerang ayam yang sedang mengerami telurnya, tetapi bila gurem tersebut terlalu banyak, ayam-ayam yang tidak mengeram pun akan diserang pula.

► Penularannya:

Kontak langsung dengan antara ayam yang sedang mengidap gurem dengan yang tidak.
Adanya angin yang membawa terbang gurem-gurem pada ayam yang sedang mengeram ke kandang ayam lainya.

► Cara mengatasi:

- Gunakan tembakau kering atau daun sirih kering yang sudah dirajang dan taburkan pada tempat ayam bertelur serta di sekitar kandang atau gunakan sebagai petarangan ayam, terkadang ada yang menggunakan bekas puntung rokok.
- Alternatif lain memakai Peditox juga bisa,langsung ditaburkan di sekitar kandang atau tempat indukan sedang mengerami.
- Ada juga dengan tumbuhan namanya BENGLE,tumbuhan obat sejenis JAHE tapi rimpangnya berwarna kuning.Caranya parut rimpang bengle,ambil airnya kemudian disemprotkan/cipratkan ke lokasi yg kena gurem
- Gunakan Kapur Ajaib, digerus atau dikerik kemudian ditabur di petarangan/tempat angrem ayam. Satu batang kapur bisa dipake untuk 3 -4 petarangan.